Fungsi MsgBox

by Aurino Djamaris

 

 Excel VBA MsgBox (kotak pesan) adalah sebuah kotak dialog yang dapat digunakan dalam Excel VBA untuk menampilkan informasi kepada pengguna program Anda. Di bawah ini Anda dapat menemukan tiga contoh tentang cara mudah untuk membuat MsgBox di Excel VBA.

1. Untuk menampilkan MsgBox dengan pesan “Belajar Message Box “, menempatkan tombol perintah pada lembar kerja Anda dan hanya menambahkan baris kode berikut:

MsgBox ” Belajar Message Box ”

Secara lengkap dalam VBA adalah sebagai berikut:


Hasilnya akan muncul seperti di bawah ini Result pada saat Anda mengklik command button pada sheet1:


2. Percobaan ke dua kita akan menambah perintah lainnya pada MsgBox.

Memasukkan angka apasaja ke sel A1 (contoh disini adalah 19).

Baris perintah yang diketikkan menjadi:

MsgBox “Angka di Sel A1 adalah ” & Range(“A1”).Value

Secara lengkap dalam VBA adalah sebagai berikut:


Hasilnya akan muncul seperti di bawah ini Result pada saat Anda mengklik command button pada sheet1:


Kita menggunakan operator & untuk menggabungkan (join) dua string. Meskipun Range (“A1”). Nilai bukan string, perintah ini dapat dilakukan.

3. Untuk memulai baris baru di kotak pesan, Anda dapat menggunakan vbNewLine. Tambahkan baris kode berikut:

MsgBox “Baris 1” & vbNewLine & “Baris 2”

Secara lengkap dalam VBA adalah sebagai berikut:


Hasilnya akan muncul seperti di bawah ini Result pada saat Anda mengklik command button pada sheet1:

Macro Comments

By Aurino Djamaris

macro comment adalah bagian dari teks dalam makro yang tidak akan dieksekusi oleh Excel VBA. Hanya ada untuk memberikan informasi tentang makro. Agar VBA Excel menganggap bahwa hal itu adalah sebuah comment (komentar atau keterangan program), berilah apostrof (‘) di awal teks. Lakukan beberapa langkah berikut untuk membuat comment dalam VBA.

  1. Jalankan Visual Basic Editor.

  2. Masukkan baris: ‘Tempat kata Halo ke dalam sel A1’ sebelum baris kode. Setelah baris dimasukkan, Excel VBA warna garis hijau untuk menunjukkan bahwa itu adalah komentar. 

A macro comment is a piece of text in a macro which will not be executed by Excel VBA. It is only there to provide you information about the macro. To let Excel VBA know that it is a comment, place an apostrophe at the start of the text. Execute the following steps to place a comment.

1. Launch the Visual Basic Editor.

2. Insert the line: ‘Place the word Hello into cell A1’ before the code line. After the line is inserted, Excel VBA colors the line green to indicate that it is a comment.


Penambahan comment pada code VBA anda akan sangat bermanfaat, apalagi jika program VBA menjadi lebih besar.

Macro Security pada Excel 2010 / 2007

Macro Security pada Excel 2010 / 2007

by Aurino Djamaris

 Untuk mengatur keamanan makro di Excel 2010 atau Excel 2007, lakukan langkah-langkah berikut.

1. Klik pada Macro Security.


2. Dalam Pengaturan ini Anda memiliki empat pilihan. Pilihan pertama akan menonaktifkan semua macro. Pilihan kedua akan selalu meminta Anda untuk mengaktifkan makro. Pilihan ketiga hanya akan memungkinkan macro dengan digital signature (tanda tangan digital) untuk menjalankan. Pilihan keempat akan memungkinkan semua macro.


Saran saya adalah menggunakan tingkat keamanan kedua jika Anda banyak men-download file Excel dari internet. Dengan tingkat keamanan Anda selalu dapat menonaktifkan makro jika Anda tidak percaya kepada pemilik dari file Excel yang mengandung makro. Gunakan tingkat keamanan keempat jika Anda seorang pemula dan hanya mengetik macro Anda sendiri pada saat ini. Dengan tingkat keamanan Anda tidak harus mengaktifkan macro sepanjang waktu.

Macro Security pada Excel 2003

 Sebelum Anda mulai penggunaan makro pada Excel 2003, maka pastikan bahwa pengaturan makro Anda keamanan ditetapkan dengan tepat. Mungkin tidak akan terjadi hal-hal buruk akan terjadi pada sistem Anda, tetapi ada kemungkinan bahwa makro mengandung virus.

1. Klik pada Tools, Macro, Security.


2. Di sini Anda memiliki empat pilihan. . Very High (Sangat Tinggi) akan menonaktifkan semua macro, kecuali makro Anda yang telah disimpan dalam folder tertentu. High (Tinggi) hanya akan memungkinkan macro yang ditandai oleh sumber terpercaya diakui. Medium (Menengah) akan memungkinkan Anda untuk memutuskan apakah menjalankan makro atau tidak. Low (Rendah) akan memungkinkan semua macro.


Saran saya adalah untuk menggunakan tingkat medium jika Anda banyak men-download file Excel dari internet. Tingkat keamanan memungkinkan Anda untuk menonaktifkan makro jika Anda tidak percaya kepada sumber dari file Excel. Anda dapat menggunakan tingkat Low jika Anda hanya membuat macro Anda sendiri pada saat ini. Dengan tingkat keamanan ini Anda tidak harus mengaktifkan macro sepanjang waktu.

 

Sumber: Microsoft – http://office.microsoft.com/en-gb/excel-help/change-macro-security-settings-in-excel-HP010342232.aspx?CTT=1


 

Visual Basic Editor pada Excel 2010 / 2007

Visual Basic Editor pada Excel 2010 / 2007

Untuk menjalankan Visual Basic Editor di Excel 2010 atau Excel 2007, klik pada Visual Basic (atau tekan + (ALT – F11).


Visual Basic Editor akan muncul:


Jendela kiri yang berisi nama sheet di dalamnya disebut Project Explorer. Jika Anda tidak dapat melihat Project Explorer, klik View dan kemudian Project Explorer. Kemungkinan besar Project Explorer akan muncul sebagai sebuah kolom di sisi kiri layar. Jika tidak, jalankan tiga langkah berikut untuk mencapai hal ini.

  1. Klik kanan pada Project Explorer.
  2. Periksa Dockable (kadang perlu dilakukan hal ini).
  3. Klik pada Project – VBAProject dan geser-tarik Project Explorer dari sisi kiri layar.

Jendela Kode (Window code) dapat ditambahkan dengan mengklik salah satu nama lembar. Agar penuh satu layar, Anda dapat memaksimalkan Window Code.

Visual Basic Editor pada Excel 2003

Untuk menjalankan Visual Basic Editor di Excel 2003, klik View Code dari Control Toolbox (atau tekan + (Alt + F11). 


Visual Basic Editor muncul:


Jendela di sebelah kiri dengan nama Sheet1, Sheet2 dan Sheet3 di dalamnya disebut Project Explorer. Jika Anda tidak dapat melihat Project Explorer, Anda dapat klik pada View dan kemudian Project Explorer. Kemungkinan besar Project Explorer sudah muncul sebagai sebuah kolom di sisi kiri layar. Jika tidak, jalankan tiga langkah berikut untuk mencapai hal ini.

1. Klik kanan pada bagian putih dari Project Explorer.

2. Periksa Dockable (jika belum melakukannya).

3. Klik pada Proyek – VBAProject dan tarik ke kiri sampai kursor (tanda panah putih) menyentuh tengah sisi kiri layar.

Untuk menambahkan jendela Kode, cukup klik pada salah satu sheet. Maksimalkan jendela Kode sehingga akan menutupi seluruh layar. Setelah ini telah selesai, konfigurasi harus sesuai dengan gambar di atas.

Sumber: http://msdn.microsoft.com/en-us/library/ee814735.aspx


 

ALGORITMA DAN FLOWCHART

BAB 1 ALGORITMA DAN FLOWCHART

By Aurino Djamaris & Sridhani Pamungkas –Universitas Bakrie

Contents

Pendahuluan Teori

Pengertian Algoritma

Hubungan Manusia, Algoritma dan Komputer

KARAKTERISTIK ALGORITMA

Notasi Algoritma

Aturan Penulisan Teks Algoritma

Aplikasi Teori

Contoh Flowchart

Contoh Pseudo – code

Pemantapan Teori

Soal – Soal Latihan

References
Go Top-TOC

Deskripsi          : Dasar-dasar algoritma dan flowchart

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat memahami pengertian algoritma

  1. Dapat membuat algoritma dan pseudo-code

  2. Dapat menerapkan algoritma dalam bahasa pemrograman.

Pendahuluan Teori

Go Top-TOC

Pengertian Algoritma

Kata Algoritma berasal dari nama seorang ilmuan asal Persia, Abu Ja’far Mohammed lbn Musa Al – Khowarizmi yang menulis kitab ” Al Jabr Wal- Muqabala ”( rules of restoration and reduction ) , 825 M. Abu Ja’far Mohammed mengartikan algoritma sebagai seperangkat instruksi yang berurutan dari awal sampai selesai.

Pengertian Algoritma lainnya menurut Moh Sjukani, dalam bukunya “Dari Algoritma dan Struktur Data dengan C, C++, dan Java ” adalah sebuah alur pemikiran dalam memecahkan suatu pekerjaan yang dituangkan secara tertulis. Algoritma dapat berupa kalimat, gambar, atau table tertentu. Algoritma merupakan sebuah pemikiran, artinya dimungkinkan adanya algoritma yang berbeda dari setiap orang.

Berdasarkan penjelas di atas, dapat disimpulkan bahwa Algoritma adalah seperangkat alur instruksi dari awal sampai selesai yang bertujuan untuk memecahkan sesuatu, dapat berupa kalimat, gambar, ataupun table tertentu dan bersifat logis ( bernilai salah atau benar )

Komponen teks algoritma dalam pemrograman procedural dapat berupa :

  • Instruksi dasar seperti input/output, assignment
  • Sequence (runtutan)
  • Analisa kasus
  • Perulangan

Contoh dari Algoritma sederhana :

Proses mengirim surat :

  1. Mulai Menulis Surat
  2. Masukan surat dalam amplop
  3. Tempelkan perangko pada amplop
  4. Tuliskan alamat tujuan dan pengirim surat
  5. Pergi ke kantor Pos dengan membawa surat
  6. Masukan surat pada Bis Surat.
  7. Selesai.

Go Top-TOC

Hubungan Manusia, Algoritma dan Komputer

Komputer merupan sebuah alat yang diciptakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Untuk itu harus ada hubungan komunikasi antara manusia dengan komputer. Bagaimana hubungan komunikasi ini dapat terjadi?

Manusia berkomunikasi dengan komputer melalui dengan cara memberikan seperangkat perintah kepada komputer berupa instruksi – instruksi dalam bentuk pembuatan program. Agar komputer mengerti intruksi – instruksi tersebut, diperlukan sebuah bahasa pemrograman.

Dapat disimpulkan bahwa bahasa pemrograman yang diinput oleh manusia ke komputer adalah salah satu contoh dari algoritma. Algoritma yang baik apabila manusia dapat menginput bahasa pemrograman dari awal sampai selesai ke komputer sehingga perintah tersebut dapat dijalankan dengan benar ( output ).

Bahasa pemrograman sangat bermacam-macam, seperti C, C++, Pascal, Java, C#, Basic, Perl, PHP, ASP, JSP, J#, J++, Visual Basic, Visual Basic for Application dan masih banyak bahasa lainnya. Dari berbagai bahasa pemrograman cara memberikan instruksinya berbeda-beda namun bertujuan menghasilkan output yang sama .
Go Top-TOC

KARAKTERISTIK ALGORITMA

Algoritma komputer memiliki beberapa karakteristik yang harus dipenuhi agar menjadi algoritma yang baik. Karakteristik itu antara lain:

  • Presisi. Langkah langkah penyelesaian masalah dalam algoritma haruslah secara presisi (tepat) dinyatakan, tidak mengandung ambiguitas.
  • Keunikan. Hasil pertengahan dalam tiap langkah eksekusi suatu algoritma didefinisikan secara khas dan merupakan pengolahan dari hasil eksekusi langkah sebelumnya.
  • Keterbatasan. Algoritma harus terbatas dan berhenti pada suatu titik setelah semua ekesekusi dilaksanakan.
  • Input. Algoritma menerima input.
  • Output. Algoritma menghasilkan output.
  • General. Algoritma berlaku untuk suatu kumpulan input tertentu.

Go Top-TOC

Notasi Algoritma

Dalam suatu penulisan algoritma terkadang kita sulit untuk mengerti dan memahami maksud dari algoritma tersebut. Selain itu juga kita sulit untuk menuliskan algoritmanya. Untuk itu agar mempermudahnya dapat dilakukan notasi – notasi algoritma. Notasi algoritma merupakan rancangan penyelesaian masalah (algoritma) yang dituliskan ke dalam notasi (cara penulisan khusus).

Notasi algoritma yang sering dijumpai ada 3 macam yaitu :

  1. Notasi deskriptif,

    yaitu dengan cara menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan kalimat-kalimat yang jelas dan deskriptif disertai dengan urutan (nomor urut) yang jelas. Selain itu juga Dengan notasi ini, deskripsi setiap langkah dijelaskan dengan bahasa yang jelas. Notasi ini cocok untuk algoritma yang pendek, namun untuk masalah yang algoritmanya besar, notasi ini jelas tidak efektif. Selain itu, pengkonversian notasi algoritma ke notasi bahasa pemrograman cenderung relatif sukar.

  2. Notasi bagan alir (flow chart),

    yaitu algoritma menggunakan bagan alir dengan memanfaatkan bentuk-bentuk geometri seperti persegi panjang, jajaran genjang, lingkaran dan sebagainya. Sama halnya dengan notasi deskriptif, notasi ini cocok untuk algoritma yang pendek, namun untuk masalah yang algoritmanya besar, notasi ini jelas tidak efektif. Selain itu, pengkonversian notasi algoritma ke notasi bahasa pemrograman cenderung relatif sukar.

    Simbol – symbol yang digunakan dalam penyusunan flowchart adalah :

Keterangan Lambang
Mulai/selesai (terminator)
Aliran data
Input/Output
Proses
Percabangan (Decision)
Pemberian nilai awal suatu variabel (Preparation)
Memanggil Prosedur/Fungsi (Call)
Sambungan di halaman yang sama (Connector)
Sambungan di halaman lain (Off Page Connector)
Dokumen atau beberapa dokumen atau
Tampilan (Display)
Input Manual
Operasi Manual
Data tersimpan
Penyimpanan Data
Proses berurutan (Sequence Process)
Pengulangan
  1. Notasi pseudo-code,

    yaitu notasi algoritma yang praktis dan mirip dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Pascal. Banyak notasi pseudo-code yang digunakan oleh para ahli komputer dan berbeda-beda sehingga tidak ada aturan baku dalam penulisan pseudo-code ini, tetapi yang paling banyak digunakan dalam algoritma pemrograman adalah yang mendekati bahasa pascal. Keuntungan menggunakan notasi pseudo code adalah kemudahan mengkonversinya lebih tepat yang disebut mentranslasi ke notasi bahasa pemrograman, karena terdapat korespondensi antara setiap pseudo code dengan notasi bahasa pemrograman. Pseudo-code adalah bahasa buatan yang membantu programmer mengembangkan algoritma. Pseudo-code mirip dengan bahasa sehari-hari (Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia, sebaiknya menggunakan bahasa Inggris agar mudah dipahami banyak orang). Program pseudocede tidak dijalankan oleh komputer, tetapi dipergunakan untuk membantu programmer dalam mengembangkan program sebelum menulisnya ke dalam bahasa pemrograman tertentu , misalnya C++, VB, Java, VBA, dan lain sebagainya.

    Penerapan Pseudo-code dalam algoritma ada 3 (tiga) macam, yaitu :

    1. Struktur Berurutan

      Contoh 1:

    Bahasa Indonesia Terstruktur
    Baca data Jam-kerja

    Hitung Gaji adalah Jam-kerja dikalikan Tarif

    Tampilkan Gaji

    Pseudocode

    Baca data Jam-kerja dari keyboard

    Hitung Gaji = Jam-kerja * Tarip

    Tampilkan Gaji di monitor

    Pseudocode dapat ditulis lebih terinci didasarkan pada suatu bahasa pemrograman tertentu.

    Bahasa Pemrograman BASIC.

    Read Jam-kerja

    Let Gaji = Jam-kerja * Tarip

    Print Gaji

Contoh 2:

Bahasa Indonesia Terstruktur
Baca data Panjang dan Lebar Persegi Panjang

Hitung Luas Persegi Panjang adalah Panjang dikalikan Lebar

Tampilkan Luas

Pseudocode

Baca Panjang Persegi Panjang dari keyboard

Baca Lebar Persegi Panjang dari keyboard

Hitung Luasi = Panjang Persegi Panjang * Lebar Persegi Panjang

Tampilkan Luas di monitor

Bahasa Pemrograman JAVA.

Program hitung luas persegi panjang ;

Var Panjang : Integer;

Lebar : Integer;

Luas : Integer;

Begin

Writeln(“Panjang Persegi Panjang :”);

Read(Panjang);

Writeln(“Lebar Persegi Panjang :”);

Read(Lebar);

Luas:= Panjang * Lebar;

Writeln(“Luasnya”, Luas);

End.

  1. Struktur Keputusan (Decision Structure)

    Decision Structure (struktur keputusan) atau Selection Structure (struktur seleksi) terdiri atas :

    1. If – Then

    2. If – Then – Else

    3. Select Case

    Contoh :

    Deskrisi Permasalahan: Amir ujian ABC, jika nilainya lebih dari 60, maka mendapat status atau keterangan PASS selain itu FAIL

Bahasa Indonesia Terstruktur
Baca nilaiABC

Jika Hitung Luas Persegi Panjang adalah Panjang dikalikan Lebar

Tampilkan Luas

Pseudocode

Baca NilaiABC dari keyboard

Remark adalah PASS atau FAIL

Jika Remark lebih Besar atau sama dengan 55 maka Remark sama dengan PASS

Jika Tidak Maka Remark sama dengan FAIL

Tampilkan NilaiABC dan Remark di monitor

Bahasa Pemrograman VBA.

Sub PassAtauFail()

Dim NilaiABC As Integer

Dim Remark As String

NilaiABC = InputBox(“Nilai ABC :”)

If NilaiABC >= 55 Then

Remark = ” PASS ”

Else

Remark = ” FAIL ”

End If

MsgBox “Nilai ABC: ” & NilaiABC & ” adalah ” & Remark

End Sub

  1. Struktur Pengulangan (Looping Structure)

    Bahasa Indonesia Terstruktur
    Tampilkan angka Ganjil dari satu hingga sembilan di monitor

Pseudocode

AngkaAwal = 1

Remark adalah PASS atau FAIL

Jika Remark lebih Besar atau sama dengan 55 maka Remark sama dengan PASS

Jika Tidak Maka Remark sama dengan FAIL

Tampilkan NilaiABC dan Remark di monitor

Bahasa Pemrograman VBA.

Sub TampilkanGanjil()

AngkaAwal = 1

While AngkaAwal <= 9

MsgBox AngkaAwal

AngkaAwal = AngkaAwal + 2

Wend

End Sub

Pada pseudocode juga terdapat beberapa aturan penulisan agar pseudocode mudah dipahami dan dimengerti oleh para pemrogram. Aturan penulisan tersebut antara lain :

  • Tulis satu pseudocode suatu instruksi pada satu baris.
  • Pisahkan modul-modul atau kelompok pseudocode instruksi dengan memberikan spasi beberapa baris untuk mempermudah pembacaan.
  • Bedakan bentuk huruf dalam penulisan pseudocode dimana pseudocode instruksi ditulis dengan huruf Besar, sedangkan komentar atau variabel dalam huruf Kecil.
  • Berikanlah tabulasi yang berbeda untuk penulisan pseudocode instruksi-instruksi yang berada dalam kalang (loop) atau struktur kondisional.
  • Lakukan pembatasan jumlah baris pseudocode instruksi setiap modulnya, misalnya 50-75 baris instruksi per modul, sehingga terlalu panjang.

Go Top-TOC

Aturan Penulisan Teks Algoritma

Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah. Deskripsi tersebut dapat ditulis alam bentuk notasi apapun , asalkan mudah dibaca dan dimengerti. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma. Tiap orang dapat membuat aturan penulisan dan algoritma sendiri. Namun, agar notasi algoritma dapat dengan mudah ditranslasi ke alam notasi bahasa pemrograman, maka sebaiknya notasi algoritma itu berkoresponden dengan notasi bahasa pemrograman secara umum. Pada dasarnya, teks algoritma disusun atas tiga bagian (blok) : bagian judul (header) agoritma, bagian deklarasi, dan bagian deskripsi. Setiap bagian dapat diberi komentar untuk memperjelas maksud teks yang dituliskan. Komentar biasanya ditulis menggunakan kurung kurawal.

1) Judul Algoritma

Judul algoritma adalah bagian yang terdiri atas nama algoritma dan penjelasan (spesifikasi) tentang algoritma tersebut. Nama algoritma sebaiknya singkat, namun cukup menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh algoritma tersebut. Di bawah nama algoritma disertai dengan penjelasan singkat (intisari) tentang apa yang dilakukan oleh algoritma. Penjelasan di bawah nama algoritma sering dinamakan juga spesifikasi algoritma. Algoritma harus ditulis sesuai dengan spesifikasi yang didefinisikan.

2) Deklarasi

Di dalam algoritma, deklarasi nama adalah bagian untuk mendefinisikan semua nama yang dipakai di dalam algoritma. Nama tersebut dapat berupa nama tetapan, nama peubah, nama tipe, nama prosedur dan nama fungsi.

3) Deskripsi

Deskripsi adalah bagian terpenting dari struktur algoritma. Bagian ini berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah. Langkah-langkah ini dituliskan dengan notasi yang lazim dalam penulisan algoritma. Setiap langkah algoritma dibaca dari langkah paling atas hingga langkah paling bawah. Urutan penulisan menentukan urutan pelaksanaan perintah.
Go Top-TOC

<

h2 id=”_Toc317363537″>Aplikasi Teori

Contoh Flowchart:

Problem :

Mencari nilai terbesar ( A, B, C )

Algoritma :

  1. Masukan nilai A, B, dan C
  2. Apakah A lebih besar dari B? bila Ya, apakah A lebih besar dari C? bila Ya , A adalah bilangan terbesar.
  3. Apakah A lebih besar dari B? bila tidak, apakah B lebih besar dari C? bila ya, B adalah bilangan terbesar.
  4. Apakah A lebih besar dari B? bila ya, apakah A lebih besar dari C? bila tidak, C adalah bilangan tertinggi.
  5. Cetak hasil bilangan tertinggi ( A, B, atau C )


Go Top-TOC

Contoh Pseudo – code :

Pseudo- Code Cetak String :

Contoh Pseudo – Code mencari nilai maksimal

Perbandingan penulisan Algoritma notasi deskriptif dengan pseudo – code

Algoritma Pseudo-code
Nilai A ditambah dengan 5 A A+5
Cetak nilai A bila lebih besar dari 10 IF A > 10 THEN PRINT A
Dari dua bilangan A dan B, cari bilangan yang terbesar IF A > B THEN PRINT A ELSE PRINT B

Go Top-TOC

Pemantapan Teori

Soal – Soal Latihan

Buatlah sebuah algoritma dari setiap soal dibawah ini, lengkapi dengan notasi algoritma dekriptif formal dan gambarlah flowchart masing – masing.

  1. Buatlah algoritma dan flowchart untuk menghitung conversi temperatur dari Celcius ( C ) ke Farenheit ( F ) dan Reamur ( R )

Input : Suhu dalam Celcius

Proses : R = 4/5C dan F = 9/5C +32

Output : Suhu dalam Reamur dan Farenheit

  1. Buatlah algoritma untuk menemukan sisi miring dari segitiga siku – siku, panjang dari 2 sisi yang saling berhadapan diketahui.
  • Input: a and b, panjang dari 2 sisi yang berhadapan dan membentuk sudut siku.
  • Process:
  • Ouput:    Panjang sisi miring (c)
  • Buatlah algoritma untuk menentukan bilangan ganjil atau genap.
    • Input: Sebuah angka
    • Output: Ganjil / Genap
  • Buatlah algoritma untuk menghitung usia seseorang, tahun kelahiran dan tahun sekarang diketahui.
    • Input : Tahun Kelahiran (tl), Tahun Sekarang (ts)
    • Process : Usia = ts – tl
    • Output : Tampilkan Usia pada Layar Komputer.

Go Top-TOC

References:

Robert Setiadi. 2008. Algoritma Itu Mudah, Prima Infosarana Media, Gramedia, Jakarta

Algorithm , Available from http://en.wikipedia.org/wiki/Algorithm, 11 November 2009

http://ozygazebo.blogspot.com/2011/02/notasi-algoritma-dan-aturan-penulisan.html

http://alwajiz.wordpress.com/2007/02/21/algoritma-komputer/
http://www.undiksha.ac.id/e-learning/staff/dsnmateri/4/1-203.pdf ( pada 10 November 2011 pukul 15.22 ) http://seattlecentral.edu/~ymoh/mic110vb/pseudocode.htm ( pada 1 Februari 2012 pukul 16.12 )

Looping Dengan For

Looping Dengan For

 

Contoh berikutnya akan memperkenalkan Anda dengan mengulang langkah dengan “for”. Sebuah untuk perulangan (loop) memungkinkan Anda untuk mengulangi tindakan yang sama sejumlah tertentu (beberapa kali). Ketik atau copy / paste baris berikut ke Editor VBA Anda, dalam Module1 Anda:

Kalau Module1 belum ada maka Anda harus menambah dengan klik pada sehingga anda memperoleh tampilan sebagai berikut:


 

Copy kan kode di bawah ini ke module1

 

Sub ContohUlang()

For x = 1 To 5

Cells(x, 3).Select

Selection.Value = x + 1

Next x

End Sub

 

 

<

p style=”text-align: center”>Gambar 1 Sub Procedure contohulang

Berikutnya menjalankan makro langsung dari Editor VB dengan meletakkan kursor Anda di . (Atau mendorong F5 pada keyboard Anda). Atau dengan cara kembali ke Excel dengan Alt + F11. (atau Klik pada dipojok kiri atas). Dan Coba jalankan pada dengan klik pada Tab Developer sehingga muncul:

Gambar 2 Kotak Dialog Makro

Pilih Contoh Ulang dan Klik

Jika kursor ada di sel A1, maka hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Gambar 3 Hasil Sub Procedur ContohUlang

Anda akan melihat nomor 2 sampai 6 di kolom C. Dalam sub procedure di atas variabel x mewakili jumlah baris dari range sel dan menggunakan “For… Next” pernyataan untuk pengulangan lima baris pertama.

 

 

 

 

 


 

BAB 5 KONSEP PEMROGRAMAN VBA

by: Aurino Djamaris & Sridhani Pamungkas

Deskripsi     :     Konsep – konsep pemrograman menggunakan elemen – elemen VBA

Tujuan Pembelajaran :    siswa mampu memahami bahasa pemrograman VBA dan mengaplikasikannya dalam proses pengambilan keputusan. Mampu membuat sebuah fungsi dan prosedur yang mampu membantu penyelesaian masalah manajerial. Mampu memahami kesalahan yang terjadi ( error ) dan memperbaikinya.

Pendahuluan Teori

 

Seperti yang telah dijelaskan di BAB 4, dalam membuat sebuah program yang dapat membantu pekerjaan seorang manajer dalam mengolah data dapat dilakukan dengan dua cara, Record macro dan VBA.

VBA merupakan salah satu bahasa pemrograman yang dapat digunakan sebagai media pembuatan program di Ms. Excel. Secara garis besar kode pemrograman dalam VBA dikelompokkan menjadi 2 macam, yakni prosedur sub dan fungsi. Prosedur sub umumnya hanya digunakan untuk mengeksekusi suatu perintah, sedangkan fungsi umumnya digunakan untuk proses perhitungan yang akan selalu memberikan nilai balik. Beberapa contoh fungsi yang terdapat pada Excel adalah SUM, AVG, MIN, MAX dan lain lain.

Prosedur Sub

Setiap prosedur sub dalam pengkodeannya selalu diawali dengan kata Sub dan diakhiri dengan kata End Sub. Dalam pembuatan suatu prosedur sub, ada beberapa aturan untuk penamaannya yang perlu diketahui sebagai berikut:

 

  1. Karakter awal harus selalu menggunakan huruf, karakter berikutnya dapat menggunakan huruf atau angka.
  2. Tidak boleh menggunakan spasi.
  3. VBA tidak membedakan penamaan menggunakan huruf besar ataupun huruf kecil.
  4. Tidak boleh menggunakan simbol-simbol sebagai berikut: #, $, %, &, @, ^, * dan !
  5. Penamaan tidak boleh lebih dari 255 karakter.

 

Selain itu, idealnya penamaan suatu prosedur harus disesuaikan dengan tugas yang akan dijalankannya. Dengan demikian, akan mempermudah pemrogram untuk mengingat prosedur yang telah dibuatnya, yang secara umum juga akan membantunya dalam pembuatan program. Untuk menjalankan suatu prosedur, ada beberapa metode yang dapat digunakan, yaitu:

  1. Dengan mengaktifkan perintah Run

Bab 4 Ms. EXCEL VISUAL BASIC OF APPLICATON

By: Aurino Djamaris & Sridhani Pamungkas

Deskripsi         : Dasar – dasar bahasa VBA, macro dalam Ms. Excel 2007 ( 2 )

Tujuan Pembelajaran : Siswa menggunakan bahasa pemrograman ( VBA ) dalam menjalankan macro pada worksheet Ms. Excel.

Pendahuluan Teori

Macro dan VBA

Macro adalah sebuah media yang dapat membantu pekerjaan manusia, mampu merekam semua perintah yang diinput dan menjalankan perintah tersebut secara otomatis . Macro merekam kejadian (perintah) secara berurutan, sehingga serangkaian perintah tersebut dapat dijalankan dengan satu langkah. Dalam pembuatan sebuah macro, kita harus menginput perintah – perintah yang dapat dipahami komputer. Sebuah bahasa pemrograman yang dapat dipahami oleh computer dalam proses penginputan makro disebut Visual basic of Application language ( Bahasa Pemrograman ).

Menu Developer Ms.Excel

Macro dalam Ms. Excel merupakan bagian dari menu developer Ms. Excel. Untuk menampilkan menu developer dalam ribbon excel ( Menu bar ), kita harus melakukan langkah – langkah sebagai berikut :

Klik Microsoft Office Button lalu pilih Excel Option yang berada pada bagian kan bawah jendela Office botton


Pilihlah menu popular, dalam menu ” Top option for working with excel”, aktifkan menu ” Developer tab in ribbon” dengan cara klik pada check box menu tersebut. Tekan ok.

Pada ribbon Ms. Excel anda sekarang telah aktif menu developer.


Dalam menu developer terdapat empat buah kategori menu, yaitu code, control, XML dan modify. Keempat menu tersebut merupakan atribut dalam pembuatan macro ms. Excel. Pembuatan macro dapat dilakukan dengan dua cara, pertama dengan merecord macro dan kedua dengan memasukan bahasa VBA ke dalam modul – modul VBA ( akan dijelaskan lebih lanjut ).

Record Macro Vs. VBA Macro

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat dua cara dalam proses pembuatan macro, yaitu dengan cara record macro dan menginput secara manual VBA macro. Untuk cara pembuatan macro dengan metode recording macro dapat dilakukan dengan memilih menu “record macro” yang ada pada kategori code menu bar developer.sedangkan proses pembuatan macro dengan menginput bahasa VBA dapat dilakukan dengan cara memilih menu VBA yang juga ada pada kategori code menu bar developer.

Dalam proses record macro kita dapat merekam setiap peristiwa secara langsung ( dijelaskan selanjutnya ). Seluruh aktivitas yang kita lakukan setelah tombol ecord macro ditekan akan terekam dan proses perekaman aktivitas tersebut akan berakhir setelah kita menekan tombol “Stop record”. Sedangkan dalam proses pembuatan macro dengan Visual Basic, kita harus menginput bahasa – bahasa pemrograman dalam modul – modul dan Sheet – sheet yang ada pada jendela Visual Basic.


Kedua proses tersebut juga dapat dijalankan dengan cara pembuatan Command Button. Command Button adalah sebuah tombol yang dapat menjadi media menjalankan macro yang sudah dibuat/ diinput. Proses pembuatan Command button adalah sebagai berikut :

Pada menu developer kategori control, klik Insertà pilih Button pada form control.


Setelah memilih Button, sorot worksheet yang masih aktif untuk membentuk button pada worksheet. Setelah Button terbentuk, maka jendela ” Assign Macro ” akan muncul. Assign Macro adalah jendela yang berisi informasi mengenai pilihan macro yang akan dijalankan oleh button yang kita buat. Secara otomatis VBA yang berada pada macro yang terpilih akan masuk kedalam VBA button tersebut. Maka apabila button tersebut ditekan, segala aktivitas yang direkam oleh macro terpilih akan jalan.


Setelah memilih macro yang akan dijalankan oleh button, klik OK. Apabila kita menekan button maka aktivitas pada macro yang terpilih akan jalan.

Aplikasi Teori

Membuat Macro dengan cara record macro yang berisi perintah pembuatan chart dari data tabel.

Langkah – langkah pembuatan macro :

Input data tabel yang akan dibuat chart dalam worksheet yang aktif.


Pilih menu developer à record Macro. Jendela Record macro akan muncul ( Masukan Macro name sesuai dengan keinginan anda ) à OK


Lakukan langkah – langkah pembuatan chart ( Sudah dijelaskan sebelumnya )sampai selesai. Klik Stop record.

Pilihlah menu developer à Insert à Button. Assign macro “chart” untuk button tersebut.Ketika Button ditekan maka proses pembuatan chart akan berjalan secara otomatis.


Pemantapan Teori

Soal – soal latihan :

Soal 1.

Buatlah sebuah macro yang berisi perintah pembuatan pivot table menggunakan data Sales : Sales Analysis – TDI – Batam.xls ( metode record macro )

Soal 2.

Ringkas data pivot diatas berdasarkan Customer lalu buatlah sebuah macro yang berisi perintah pembuatan bar chart dari data tersebut ( metode record macro )

Soal3.

Split number dan string dalam data Rumus untuk menghitung HOK.xls ( dalam metode record macro )

Soal4.

Buatlah sebuah macro yang dapat menghasilkan spreadsheet Nilai Ketuntasan.xls ( dalam metode record macro ) – mintalah spreadsheet dari asisten dosen.

Microsoft Excel Dasar -5

oleh: Aurino Djamaris & Sridhani Pamungkas

MENGGUNAKAN FUNGSI – FUNGSI EXCEL

Fungsi adalah program mini terstruktur yang menghitung hasil tertentu. Fungsi adalah rumus, sehingga seluruh fungsi dimulai dengan tanda sama dengan ( = ). Setelah ( = ) terdapat nama fungsi, diikuti oleh satu argument atau lebih yang dipisahkan oleh koma dan diapit oleh kurung.

     Excel memiliki ratusa fungsi, yang dikelom[pokkan ke dalam 11 kategori :

  1. Database and List Management ( Database dan manajemen daftar )
  2. Date and Time ( Tanggal dan Waktu )
  3. DDE and External ( DDE dan Eksternal )
  4. Engineering ( Rekayasa )
  5. Financial ( Keuangan )
  6. Information ( Informasi )
  7. Logica ( Logika )
  8. Lookup and reference ( Lookup dan Referensi )
  9. Math and trigonometry ( Matematika dan trigonometri )
  10. Statistical ( Statistik )
  11. Text ( Teks )

MENGGUNAKAN FUNCTION WIZARD

Fungction wizard dapat ditemukan dalam menu bar formulas insert function. Untuk menggunakan aplikasi function wizard pertama kali yang harus kita lakukan adalah mengaktifkan sel yang diinginkan sebagai tempat hasil fungsi.

Langkah – langkah yang harus dilakukan dalam pengolahan data menggunaka function wizard adalah:

  1. Pilihlah data yang ingin diproses.
  2. Aktifkan salah satu sel yang dijadikan sel hasil ( berisi fungsi ), awali dengan sama dengan (=)
  3. Pilih menu Formulas Insert Function
  4. Pilih kategori melalui pilihan Select category most recently use sum ok


Gambar 1 Function Wizard

  1. Masukan range sel yang akan dijumlahkan. Apabila data masih belum dimasukkan, kita bias langsung mengetikkan angka yang akan di jumlahkan. OK


Gambar 2 Dialog Box Fungsi untuk Mengisi Range sel

  1. Hasil penjumlahan dengan fungsi Sum tampak di sel hasil.


MENAMAI SEL DAN RANGE

     Kita dapat member nama untuk mengacu sel ketimbang menggunakan alamat sel sebagai referensi. Penggunaan nama memiliki beberapa keuntungan :

  1. Nama lebih jelas dari pada alamat sel.
  2. Apabila sel berpindah maka nama turut berpindah
  3. Kita dapat menggunakan nama sebagai pengganti alamat sel atau range sel dalam suatu rumus atau argument fungsi.
  4. Rumus yang menggunakan nama lebih memperjelas lembar kerja. Misalnya =Jam kerja * upah per jam dari pada =B3*D3.
  5. Kita dapat menggunakan satu nama untuk mengacu range sel yang utuh.
  6. Nama lebih mudah diingat ketimbang alamat.

Langkah – langkah yang dapat dilakukan dalam memberikan nama atas sel :

  1. Pilih sel ( range ) yang hendak diberi nama
  2. Klik klik kanan, name a range
  3. Ketik nama abash untuk sel ( range ) dan pilih range atau sel yang ingin diberikan nama tekan enter.

     
     

Gambar 3 Name a range

Nb: Nama sel atau range tidak dapat dipisahkan dengan spasi, kita bias menggunakan (_) sebagai pemisah nama yang terdiri dari dua atau lebih kata.’

FUNGSI LANJUTAN : IF DAN LOOKUP

     Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Microsoft excel memiliki ratusa fungsi. Namun terdapat beberapa fungsi yang biasa digunakan dalam dunia kerja dan perhitungannya.. Prosesor mikro dalam computer mampu mengerjakan dua jenis operasi , operasi aritmatika dan operasi logika. Operator logika memungkinkan kita membandingkan dua bilangan atau lebih. Kita menggunakan operator logika ( =, >, <, =>, <= ,dan <> ) untuk membuat filter tersendiri untuk mencari data yang memenuhi criteria tertentu. Fungsi logika excel memungkinkan kita menempatkan kemampuan memilih yang dimiliki filter dalam suatu rumus.

Contoh penerapan fungsi if :

Diketahui data payroll pada perusahaan di bawah ini :


Gambar 4 Perhitungan Payroll

keterangan :

Pembayaran Gross Pay didapat dari rumus : Hours x Rate

     Taxes didapat dari rumus : Gross Pay x 19%

     Net Pay didapat dari rumus : Gross Pay – Taxes

Namun ada ketentuan lain bahwa setiap pegawai yang bekerja diatas 40 jam dikategorikan sebagai upah lembur, dimana perhitungan upah lembur ( rate ) adalah 1,5 kali upah ( rate ) biasa. Hal ini tentu berpengaruh terhadap perhitungan gross Pay, untuk itu kita tidak bias menggunakan perhitungan gross pay biasa terhadap karyawan yang memiliki jam kerja ( hours ) lebih dari 40 jam ( Azimi, Chiu, dan Collins ). Untuk memecahkan masalah tersebut kita harus menerapkan fungsi operasional IF.

Secara logika , perhitungan gross pay yang mempertimbangkan perhitungan tambahan upah lembur adalah :

(40 * Rate ) + ( 1.5 * Rate * Overtime hours )

Kemudian kita analogikan kedalam fungsi IF yang memerlukan pola fungsi berikut :

IF ( Uji Logika, Nilai tertentu jika benar, nilai tertentu jika salah )

Maka,

=IF(B5>40,((40*C5)+(B5-40))*1.5*C5,B5*C5)

 
 

Setelah memasukkan rumus IF tersebut, maka tampilan data payroll perusahaan tersebut berubah menjadi lebih tepat ( perhitungan Gross pay yang tepat )

Gambar 5 Penerapan fungsi IF dalam pekerjaan

    Fungsi Lookup digunakan untuk menemukan informasi dalam suatu array dan mengembalikan ke sel berisi fungsi. Array adalah jenis database khusus di mana satu kolom atau baris berisi nilai unik. Fungsi Lookup terdiri dari Vlookup dan Hlookup sedangkan yang membedakan kedua fungsi tersebut adalah sumber database.

Contoh :

Sebuah perusahaan penjualan tiket teater ingin mencari data dalam databasenya dalam menentukan harga jual tiket berdasarkan jumlah tiket yang dibeli. Dalam database tersebut array yang maksud adalah data yang berisikan informasi jumlah tiket dan total harga yang harus dibayar. Dalam database tersebut array diberi nama Prices (Ingat dalam pemberian nama range tidak boleh menggunakan spasi ).


Gambar 6 Array dalam sebuah database

Ketika seorang kasir ingin membuat data yang menunjukan total harga yang harus dibayar oleh konsumen sesuai dengan jumlah tiket yang dibeli, maka seorang kasir harus membuat sebuah tabel privat yang berisikan informasi tersebut.


Gambar 7 Penerapan Vlookup

Dalam sel B7, kasir dapat menggunakan fungsi Vlookup untuk mempersingkat waktu penentuan harga, sehingga dia tidak perlu melihat database terlebih dahulu (menjadi tidak efektif ).

 Pola argument yang dibutuhkan dalam fungsi Vlookup adalah :

Vlookup(nilai lookup,array,nomor indeks kolom,range lookup)

Kemudian kita analogikan dengan permasalah kasus penjualan tiket di atas

Maka,

Dalam sel B7 kita isikan fungsi

=vlookup(B7,Prices,2)

Setelah menekan tombol enter, maka total harga yang sesuai dengan pembelian tiket sebanyak 4 tiket akan muncul di kolom B7 $ 93.50.

<

p style=”text-align: center”>
 

 

 Ke

Microsoft Excel Dasar -4

oleh: Aurino Djamaris & Sridhani Pamungkas

MENGUBAH LAYOUT LEMBAR KERJA

MENYISIPKAN DAN MENGHAPUS BARIS ATAU KOLOM    

Kita dapat mengubah layout lembar kerja dengan cara mengatur lebar kolom dan baris sesuai dengan kebutuhan kita. Selain itu kita dapat menyisipkan baris atau kolom dalam sebuah data yang sudah di input sebelumnya.

    Cara yang dapat dilakukan untuk menyisipkan baris atau kolom adalah :

  1. Pilih baris atau kolom dimana anda ingin kolom yang baru disisipkan tampak
  2. Pilih insert Rows untuk menyisipkan baris dan insert columns untuk menyisipkan kolom.

    Sedangkan untuk menghapus kolom atau baris tertentu, kita harus memilih kolom atau baris yang hendak dihapus kemudian pilih edit delete dari bar menu.

MEMINDAHKAN DAN MENYALIN ISI SEL

    Dalam proses memindahkan dan menyalin range dalam lembar kerja kita dapat menggunakan fungsi cut dan paste dalam excel.

MEMPERMUDAH PEMBUATAN LEMBAR KERJA

MENGGUNAKAN AUTOFILL UNTUK MEMASUKKAN LABEL DAN ANGGKA

Autofill adalah salah satu aplikasi excel yang dapat digunakan dalam menghemat waktu. Dengan menggunakan autofill kita dapat dengan cepat memasukkan sejumlah label, angka, hari, atau tanggal.


Gambar 1 Autofill handle

Contoh :

  1. Masukkan nama hari atau bulan pertama dalam sebuah sel.
  2. Pilih sel
  3. Tunjuk sel, sehingga tanda silang kurus akan muncul.
  4. Tahan tombol mouse kiri dan tunjuk sel terakhir yang hendak diberi label. Lepas mouse untuk mengisi sel.

<

p style=”text-align: center”>Gambar 2 Autofill tanggal

 

 

 

 Ke