Analisis-Faktor-faktor-Softskills-Lulusan-S1-menurut-persepsi-manajer-Journal

Analisis-Faktor-faktor-Softskills-Lulusan-S1-menurut-persepsi-manajer-Journal

ANALISIS FAKTOR KOMPETENSI SOFT SKILLS MAHASISWA YANG DIBUTUHKAN DUNIA KERJA BERDASARKAN PERSEPSI MANAJER DAN HRD PERUSAHAAN

Aurino Rilman Adam Djamaris

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Universitas Bakrie email: aurino.djamaris@bakrie.ac.id

Abstract. Soft skills needed by today’s world is still not well identified. This can be seen in the data from the study Ruben and De Angelis (1998), NACE Survey USA (2002) and Sharma (2009) in which the variation is still very wide, about six dozen variables that soft skills can still be reclassified. In addition, there are gaps between the soft skills desired by the company and supplied by the college. Given these problems, the study aims to know the variables of soft skills needed what the world of work and to be provided by the college. Sharma (2009) mentions soft skills that should be acquired and possessed such skills should communicate (communicative skills), thinking and problem solving skills (thinking skills and problem solving skills), the power of teamwork (team work force), lifelong learning and information management (life-long learning and Information Management), business skills (entrepreneurial skills), ethics, moral and professionalism (ethics, moral and professionalism), and leadership skills (leadership skills). Number of questionnaires sent 1000 pieces to Human Resource Department Head and or user in global companies in Java-Indonesia. The number of questionnaires returned 217 pieces, and the numbers eligible data 181 sheets. The analytical method used is the method of factor analysis. The results showed there were sixteen factors student’s soft skills competencies required by the world of work based on the perception of the HR managers and multinational corporations in Java, namely: 1) entrepreneurial leadership skills, 2) oral communication skills, 3) the ability of communicating ideas effectively in teams, 4) leadership in problem solving (problem solving), 5) thinking skills and solve problems and communicate, 6) an empathic and positive behavior, 7) organizational commitment, 8) in team leadership skills, 9) make a proposal of business skills , 10) of non-verbal communication skills, 11) provide skills training, coach, Encourage the team, 12) with the entrepreneurial ethic and positive attitudes, 13) professionalism in work, 14) the skills to respond well, 15) communicating skills oral, and 16) in team work skills and delegation skills.

Keywords: Soft skills, Students, Human resource, Manager Perceptions, Factor Analysis

Jurnal Manajemen Vol. XVII/02/Juni/2013 ISSN:1410-3583

 

Fungsi Logika Excel

Fungsi Logika

 

NOT

Jika nilai argumen logika nya TRUE maka hasilnya akan bernilai NOT. Demikian juga

sebaliknya.

Bentuk penulisannya

=NOT(nilai logika)

Contoh:

Isi sel A4 = 7

=NOT(A4>5) –maka hasilnya adalah TRUE

 

AND

 

Dipakai untuk menggabungkan nilai logika dari beberapa nilai logika menjadi satu nilai logika baru. Hasilnya akan bernilai TRUE bila seluruh logika yang digabungkan bernilai TRUE.

Bentuk penulisannya adalah

=AND(logika1,logika2;…)

 

Contoh

Jika isi A5 diantara lebih besar dari angka 1 dan lebih kecil dari angka 7

=AND(A5>1,A5<7) -7 akan bernilai TRUE

 

OR

 

Sama dengan logika And namun, untuk logika Or hasilnya akan bernilai TRUE jika salah satu nilai logika yang digunakan bernilai TRUE. Akan bernilai False bila tidak ada nilai logika yang bernilai TRUE.

Bentuk penulisannya adalah

=OR(logika1,logika2,…)

Contoh:

Jika salah satu dari sel B1, B2, B3 lebih besar dari 100 maka hasil akan True

<

p style=”margin-left: 20pt”>=OR (B1>100, B2>100, B3>100)

Contoh Penerapan dengan IF dan AND

= IF(AND(A5>1,A5<7), “HASILNYA ADALAH” & A5, “HASIL SALAH”)

Jika isi A5 lebih besar dari angka 2 maka akan menghasilkan kalimat: HASILNYA ADALAH 2

Jika sebaliknya JIKA A5 lebih kecil sama dengan angka 1 dan lebih besar atau sama dengan 7 maka akan menampilkan HASIL SALAH

Fungsi Index dan Match

Fungsi Index dan Match

Fungsi INDEX adalah fungsi yang cukup sederhana, digunakan untuk mendapatkan nilai dari suatu cell berdasarkan pencarian pada suatu definisi table / data range worksheet kita.

Pencarian digunakan berdasarkan informasi posisi kolom dan baris, dengan acuan berupa kolom dan baris pertama table / data range tersebut.

Fungsi MATCH adalah fungsi yang digunakan untuk mencari suatu nilai dari suatu range yang terdapat pada suatu kolom atau baris, tapi tidak kedua-duanya.

Berikut Contoh Penggunaan Index dan Match

  1. Fungsi Index

  2. Fungsi Match

  3. Fungsi Match untuk Teks dan Angka

  4. Penerapan Fungsi Index dengan Fungsi Match Contoh 1

  5. Penerapan Fungsi Index dengan Fungsi Match 2

  6. Penerapan Fungsi Index dengan Fungsi Match 3

  7. Penerapan Fungsi Index dengan Fungsi Match 4

     

    Anda bisa berkreasi dengan cara menggabungkan fungsi-fungsi Excel agar mendapatkan rumus yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Fungsi Index

INDEX


    Apa yang dihasilkan Fungsi ini

    Fungsi ini memilih nilai dari sebuah tabel dengan mencari ke bawah angka baris tertebtu kemudian ke kanan sesuai dengan nomor kolom


    Fungsi ini dapat digunakan pada satu blok data atau beberapa blok data

    Sintaks

    Terdapat beberapa macam sintaks untuk fungsi ini

    sintaks 1

    =INDEX(RangeYgDicari,Koordinat)

    Dipergunakan jika RangeYgDicari terdapat pada satu kolom atau baris.

    Koordinat menunjukkan berapa baris atau kolom yang harus dicari untuk mengambil data dari range tersebut. Contoh di bawah ini menggunaka sintaks yang sama akan tetapi Coordinatenya berbeda


    sintaks 2

    =INDEX(RangeYgDicari,KoordinatBaris,KoordinatKolom)

    Sintaks ini dipergunakan jika kita menggunakan range yang terdiri dari beberapa Baris dan Kolom


    sintaks 3

    =INDEX(NamaRangeYgDicari,KoordinatBaris,KoordinatKolom,AreaYangDiambil)

    Sintaks ini dipergunakan jika rangenya terdiri dari beberapa area.

    Cara paling mudah adalah jika kita memberi nama kepada area tersebut dengan satu nama range

    AreaToPickFrom menunjukkan area-area mana yang akan dipergunakan

    Pada contoh di bawa kita menggunakan Utara dan Selatan sebagai satu nama menjadi UtaraDanSelatan


    Contoh

    Berikut adalah contoh lainnya yang lebih diperluas.

    Dalam contoh ini nama produk dan Triwulan dapat dimasukkan.

    FungsI =MATCH() dipergunakan untuk mencari posisi baris dan kolom yang dipergunakan.

    Kemudian posisi tersebut dipergunakan oleh fungsi =INDEX() untuk mencari data


     =INDEX(TimurDanBarat,MATCH(F100,C91:C93,0),MATCH(F101,D90:G90,0),IF(F102=C90,1,IF(F102=C95,2)))


BAGAIMANA AGAR EXCEL MENGENALI DATABASE KITA

BAGAIMANA AGAR EXCEL MENGENALI DATABASE KITA

Untuk dapat mengakses atau menggunakan perintah dan fungsi menu Data maka perlu mengenali data kita sebagai sebuah (misalnya fungsi dasar Sort dan Filter atau fungsi yang lebih lanjut yaitu Form, Subtotals dan Pivot Table).
DATABASE yang dimaksud adalah sekelompok column (yang biasa disebut fields oleh ahli database) yang memiliki judul tunggal untuk masing-masing column. Pilihlah format yang berbeda untuk cell judul, sehingga Excel mengenali tabel kita dan memperlakukan data tersebut sebagai sebuah DATABASE. Biasanya kita dapat menggunakan font tebal (bold font) sebagai judul dan diberi garis atau kotak sebagai batas antara judul (field) dengan datanya. Gunakan pemotongan kalimat (Text Wrap) melalui menu “Format/Cells/Alignment” untuk menuliskan data yang panjang dan gunakan “Alt/Enter” untuk memotong kalimat. Ingat satu data satu sel (lihat syarat data).
Database harus dikelilingi oleh baris-baris kosong (di atasnya atau di bawahnya) dan kolom-kolom kosong. Kalau database dimulai dari cell A1, maka kita tidak perlu menambahkan baris dan kolom kosong pada bagian kiri dan atasnya.
Database Excel mulai dari cell judul sampai baris terakhir (yang biasa disebut sebagai record oleh ahli database) dan berisi setidaknya satu nilai pada setiap kolom atau fields.
Untuk memastikan bahwa database kita dikenali oleh Excel, maka click pada salah satu sel yang berisi data atau judul dan gunakan menu Edit/Go to/Specials/Current Region. Bagian yang dipilih/disorot adalah database.
Berikut 4 contoh data Excel sebagai database dimana 3 contoh tidak dikenal dan satu contoh yang dianggap sebagai database.
Data berikut ini tidak dianggap sebagai sebuah database oleh Excel karena terdapat dua baris judul.

Data di bawah ini bukan database Excel karena baris ke dua (2) tidak kosong।

Data di bawah ini bukan database because kolom-kolom B, D, F dan H kosong (tidak berisi data). Hapus kolom yang kosong maka kita akan mendapatkan sebuah database yang dikenali oleh Excel.

Sedangkan tabel di bawah ini dikenali oleh Excel sebagai database. Terdapat 5 field (kolom) yaitu; ….. dan 7 record (baris data). Kolom E tidak kosong, ada sel judulnya dan baris ke 4 tidak kosing karena ada data pada field 1. Boleh terdapat banyak sel yang kosong dalam sebuah database database (kecuali sel-sel judul)tetapi tidak boleh ada baris-baris atau kolom-kolom yang kosong.

Posted by aurino at Tuesday, March 20, 2007  3:55 PM 0 comments      Links to this post

Pengertian Database

Pengertian DataBase
By Aurino Djamaris | March 5, 2007

Data Base (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari jfield yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
Adapun Struktur Database adalah:

Database
File/Table
Record
Elemen data/Field

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
2. Data dalam jumlah besar.
3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
Source:

Mudah menulis Kata Ulang di Microsoft Word

Aurino Djamaris

Dalam penulisan bahasa Indonesia dan Melayu, seringkali kita menggunakan kata ulang. Sebagai contoh kata masing-masing, tamu-tamu, jalan-jalan dan lain sebagainya. Untuk mempercepat pengetikan maka kita dapat menggunakan macro dalam Microsoft Office dengan listing di Gambar 6. Listing Macro Kata Ulang. Untuk membuatnya, maka copy-kan macro dalam Gambar 2. Visual Basic Editor – Code Windows.

Langkah pembuatan adalah sebagai berikut:

  1. Click menu Tools – Macro pada Ms. Word 2003 atau Tab Developer pada Ms Word 2007 dan 2010 (Lihat: Gambar 7) (c– Dengan mengklik Tombol Macros (Lihat: Gambar 8) sehingga muncul dialog box seperti Gambar 1. Kemudian ketik kata “ulang” pada Macro Name: dan tekan tombol perintah Create.

Gambar 1. Macros Dialog Box

Selanjutnya akan muncul window baru seperti Gambar 2. Visual Basic Editor – Code Windows.

Gambar 2. Visual Basic Editor – Code Windows

Copykan listing macro ke dalam window sehingga menjadi seperti Gambar 3. Macro Kata Ulang Yang Telah Dicopykan.

Gambar 3. Macro Kata Ulang Yang Telah Dicopykan

Klik toolbar  atau menu File – Save Normal, dan tutup windows tersebut.

Agar macro tersebut dapat di akses dengan menekan tombol ALT –U, maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:

  1. Pada menu Tools – Customize sehingga muncul dialog seperti Gambar 4, kemudian geser Categories sampai ketemu dengan Macros dan click pada kata tersebut untuk memastikan bahwa macro telah dimasukkan yaitu pada Commands: Normal.NewMacros.Ulang

Gambar 4. Menu Tools Dialog Box

Tekanlah tombol perintah Keyboard pada Customize dialog sehingga muncul Gambar 5.

Gambar 5. Customize Keyboard Dialog Box

Selanjutnya pada click pada Press new shortcut key , dan tekanlah Alt-U, kemudian klik tombol perintah Assign, selanjutnya Close Customize Keyboard dialog dan Close Customize dialog.

Sekarang anda dapat mencoba menuliskan kata-kata ulang dengan mengetikkan hanya sekali dan Alt-U

Listing Macro Ulang

Sub Ulang()
‘ Ulang Macro
‘ Makro ini digunakan untuk membuat kata ulang yang banyak
‘ digunakan dalam pengetikan kata di bahasa indonesia dan melayu
‘ Sebagai contoh kata Masing-masing, jalan-jalan dll.
‘ Untuk mengetikan kata-kata tsb kita cukup menuliskan satu kata
‘ kemudian menekan dan tahan tombol Alt – dan tekan tombol U
‘ pada Keyboard
‘ Macro recorded 3/8/2007 by Aurino R A Djamaris
‘ mailto: aurinodjamaris@gmail.com
Selection.MoveLeft Unit:=wdWord, Count:=1, Extend:=wdExtend
Selection.Copy
Selection.MoveRight Unit:=wdCharacter, Count:=1
Selection.TypeText Text:=”-“
Selection.PasteAndFormat (wdPasteDefault)
Selection.MoveLeft Unit:=wdWord, Count:=1
Selection.TypeBackspace
Selection.MoveRight Unit:=wdCharacter, Count:=1, Extend:=wdExtend
Selection.Range.Case = wdLowerCase
Selection.MoveRight Unit:=wdWord, Count:=1
Selection.TypeText Text:=” “
End Sub

Gambar 6. Listing Macro Kata Ulang

Gambar 7. Developer Tab

Gambar 8. Tombol Macros

Developer Tab di Microsoft Excel 2010

Dalam Microsoft Excel 2007, tab Developer tidak ditampilkan secara default. Untuk membuatnya ditampilkan dalam Ribbon, maka Anda mengatur dari Options dan memeriksa option yang diperlukan pada tab Popular. Dalam Excel 2010 hal serupa terjadi, bahwa jika Anda ingin menampilkan tab Developer.

Untuk mendapatkan tab Developer untuk menampilkan di Excel 2010, klik File> Options> Customize Ribbon. Ada dua bidang ditampilkan: satu menunjukkan perintah dan tab yang tersedia dan yang lain menunjukkan yang ditampilkan.


Gambar 9. Menampilkan Developer Tab

In the area on the right, ensure that the box next to Developer is checked. When you click OK, the Developer tab will appear in the ribbon. To remove it again, repeat these steps but instead uncheck the Developer tab box.

Developer Tab di Microsoft Excel 2007

Pada Excel 2007 untuk menampilkan Developer tab pad menu bar adalah sebagai berikut:

        Kilk lingkaran (Office Button) dipojok kiri, kemudian klik Excel Options di bawah

Gambar 10. Office Button Menu

        Centang Show Developer tab in The Ribbon, kemudian klik OK

Gambar 11. Menampilkan Developer Tab di Word 2007

        Klik Ok dan Developer tab akan tampak pada menu bar

Membuat Daftar isi dengan Microsoft Word

Membuat Daftar Isi Secara Manual

Anda dapat mengetik daftar isi satu per satu dan menggunakan tab untuk mendapatkan garis putus-putus, atau leading dot diantara setiap judul dengan nomor halaman. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat daftar isi secara manual dengan Microsoft Word.

  1. Ketik judul pertama.
  2. Tekan TAB dan kemudian ketik nomor halaman untuk entri pertama.
  3. Pilih tab stop karakter (Lihat: Gambar 1)

Gambar 1. Judul Pertama, Tab Stop, dan Nomor Halaman

Catatan: Jika Anda tidak dapat melihat karakter tab stop, klik tab Home, dan kemudian klik Tampilkan / Sembunyikan dalam kelompok Paragraph ().

  1. Pada Page Layout tab, klik ‘Paragraph Dialog Box (Lihat: Gambar 2)

Gambar 2. Tombol Untuk Menampilkan Paragraph Dialog Box

.

  1. Klik Tab.
  2. Pada field Tab Stop Positions, ketik pada berapa inchi posisi nomor halaman.
  3. Pada field Alignment, Klik Right.
  4. Pada Leader, klik pilihan yang Anda inginkan, dan kemudian klik Ok (Lihat: Gambar 3).

Gambar 3. Penetapan Tab Stop

  1. Pada akhir paragraf (setelah nomor halaman) Tekan ENTER, dan kemudian ketik entri berikutnya.
  2. Tekan TAB, kemudian ketik nomor halaman untuk entri kedua.
  3. Ulangi sampai daftar isi Anda isi selesai.

Daftar Isi Secara Otomatis

Cara termudah untuk membuat daftar isi adalah dengan menggunakan built-in style. Anda juga dapat membuat daftar isi yang didasarkan pada gaya buatan Anda sendiri dengan mengubah template. Atau Anda dapat menentukan tingkatan daftar isi untuk entri-entri yang Anda pilih.

Tandai entri dengan menggunakan built-in heading styles

  1. Pilih teks yang ingin ditampilkan dalam daftar isi.
  2. Pada tab Home, dalam kelompok Styles, klik style yang Anda inginkan..


Gambar 4. Pilihan Styles (termasuk Heading Styles)

Misalnya, jika Anda memilih teks yang ingin bergaya sebagai Heading, klik gaya yang disebut Heading 1 di Quick Style gallery.

Catatan:

  • Jika Anda tidak melihat style yang Anda inginkan, klik panah di ujung Styles Tab untuk menampilkan semua Quick Style gallery.
  • Jika Style yang Anda inginkan tidak muncul di Quick Style gallery, tekan CTRL + SHIFT + S untuk membuka Apply Styles task pane. Berdasarkan Style Name, klik style yang Anda inginkan.

Gambar 5. Heading Style di Tab Home

Buat Daftar Isi dari gallery

Setelah Anda menandai entri untuk daftar isi Anda, Anda siap untuk membuatnya.

  1. Click tempat Anda ingin membuat Daftar Isi, biasanya pada awal dokumen.
  2. Pada References tab, Dalam kelompok Table of Contents, Klik Table of Contents, kemudian klik jenis table of contents yang Anda inginkan.


Gambar 6. Table of Contents Group

 Catatan:  Jika Anda ingin menggunakan lebih banyak pilihan – misalnya, daftar isi dengan level yang lebih banyak – klik Insert Table of Contents untuk membuka Table of Contents dialog box. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pilihan yang berbeda, lihat Memformat teks dalam Daftar Isi.

Buat Daftar Isi Sesuai keinginan Anda

  1. Pada tab References, dalam Table of Contents group, klik Table of Contents, kemudian klik Insert Table of Contents.
  2. Pada Table of Contents dialog box, lakukan hal sebagai berikut:
  • Untuk mengubah berapa tingkat heading akan ditampilkan dalam daftar isi, masukkan angka yang Anda inginkan dalam kotak di sebelah Show levels, di bawah General.
  • Untuk mengubah tampilan keseluruhan daftar isi Anda, klik format yang berbeda dalam daftar Format. Anda dapat melihat apa yang tampak pilihan Anda seperti di Print Preview dan daerah Web Preview.
  • Untuk mengubah jenis garis atau titik-titik yang muncul antara entri teks dan nomor halaman, klik opsi dalam daftar Tab leader.
  • Untuk mengubah cara tingkat heading akan ditampilkan dalam daftar isi, klik Modify. Pada kotak dialog Style, klik tingkat yang Anda ingin mengubah, dan kemudian klik Modify. Pada kotak dialog Modify Style, Anda dapat mengubah font, ukuran, dan jumlah identasi.
  1. Pada tab Referensi, dalam Table of Contents group, klik Daftar Isi, kemudian klik Insert Table of Contents.
  2. Untuk menggunakan custom styles pada Daftar isi, klik Options, kemudian lakukan sebagai berikut:
    1. pada Available styles, cari style yang Anda gunakan sebagai style headings dalam document Anda.
    2. Pada TOC level, di sebelah style name, ketik angka 1 sampai dengan 9 untuk menunjukkan level heading style yang akan digunakan.

    Catatan    Jika Anda hanya ingin menggunakan custom styles, hapus angka TOC level built-in styles, misalnya Heading 1.

    1. Ulangi langkah a) dan b) untuk setiap heading style yang ingin dimasukkan dalam Daftar Isi.
    2. Kliki OK.

Update Daftar Isi

Jika Anda menambahkan atau menghapus headings (judul) atau entri daftar isi lannua dalam dokumen Anda, maka Anda dapat dengan mudah mengupdate Daftar isi.

  1. Pada References tab, dalam Table of Contents group, klik Update Table.


  1. Klik Update page numbers only atau Update entire table.

Menghapus (Delete) Daftar isi

  1. Pada References tab, dalam Table of Contents group, klik Table of Contents.


  1. Klik Remove Table of Contents.

Memformat teks dalam Daftar Isi

Untuk mengubah format dari daftar isi yang dihasilkan Ms Word, Anda perlu mengubah setiap tingkat Style dalam daftar isi. Format ini tidak mempengaruhi style heading dalam dokumen Anda.

Setelah Anda merubah style dalam Table of Contents, maka Ms. Word akan menggunakan style tersebut yang setiap kali mengupdate daftar isi.

  1. Pada References tab, Dalam Table of Contents group, klik Table of Contents, kemudian klik Insert Table of Contents
  2. Pada Table of Contents dialog box, Klik Modify.


  1. Pada Styles list, Klik level yang akan diubah, kemudian klik Modify.


  1. Pada Modify Style dialog box, ubahlah formatnya dan klik OK.
  2. Ulangi langkah 3 dan 4 for shg seluruh levels Anda sesuai dengan yang diinginkan.

MENGGUNAKAN CROSS REFERENCE MS. WORD

Download pdf file: Menggunakan Cross Reference Ms

Apakah cross-references[1] itu?

Cross-reference (referensi silang) adalah cara untuk merujuk/mengacu (menyambung isi) ke bagian lain  yang terdapat di lokasi lain dalam dokumen – misalnya, “Lihat Gambar 1.” Referensi Silang biasa digunakan dalam dokumen yang panjang yang berindeks, untuk mengarahkan perhatian pembaca ke bagian lain dari dokumen, misalnya gambar atau tabel yang diinginkan oleh penulis. Referensi silang dapat muncul di mana saja dalam dokumen dan dapat berbentuk seperti pada Tabel  1. Sebuah rujukan silang dibuat dalam Word dapat diperbarui secara otomatis jika Anda kemudian melakukan perubahan dokumen.



[1] Cross Reference dalam bahasa Indonesia biasa disebut Referensi Silang  atau Cross Referensi, atau Referensi Lintas atau Rujukan silang

Membuat sitasi dan daftar pustaka otomatis menggunakan MS Word

by: Aurino Djamaris (3/30/2013)

 Penulisan karya ilmiah, misalnya skripsi, tesis, disertasi, jurnal ilmiah dan sebagainya memerlukan penulisan sitasi (citation) dan daftar pustaka (bibliography). Untuk membantu penulisan ini, dalam Microsoft Word mempunyai fasilitas untuk mencatat dalam data referensi/ sumber dokumen yang dikutip dalam suatu tulisan. Dengan fasilitas referensi ini penulisan akan terhindar dari:

  1. kesalahan-kesalahan yang sering dijumpai misalnya perbedaan penulisan nama pengarang antara yang ada di badan tulisan dengan daftar pustakanya;
  2. daftar pustaka yang secara otomatis diurutkan jika penulis menambahkan kutipan (sitasi);
  3. format daftar pustaka sesuai dengan format yang diinginkan (dalam Microsoft word terdapat 10 gaya penulisan);
  4. menggunakan daftar referensi file word lainnya yang telah diberi kutipan sesuai dengan aturan Ms Word.

Pada MS Office Word 2007, 2010 dan seterusnya fasilitas daftar pustaka terdapat pada tab Reference.

Cara menambahkan sumber referensi atau pustaka atau sitasi baik berasal dari jurnal ilmiah, buku, website, artikel majalah, film/video, acara televisi, rekaman suara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  1. Melalui Create Source

Untuk mengaktifkan maka klik tab Reference kemudian klik Insert Citation lalu Add New Source (lihat Gambar 1), sehingga muncul Dialog Box seperti pada Gambar 2. Jika sumber referensi telah pernah ditambahkan maka di atas tombol Add New Source akan muncul daftar sumber referensi tersebut seperti yang terlihat dalam Gambar 4.

Pada Dialog Box Create Source masukkan informasi yang diperlukan sesuai dengan sumber referensi dan gaya atau style dari penulisan referensi (lihat Gambar 3). Adapun default bentuk referensi/pustaka yang terdapat dalam Ms. Word terdiri dari: APA, MLA, Chicago, ISO690 dan sebagainya. Untuk menambahkan type referensi ini, misalnya menambahkan type pada jurnal IEEE style, Havard style, maka lihat (Styles, 2008).

Informasi untuk referensi yang perlu dimasukkan dalam Dialog Box Create Source, misalnya untuk referensi dari Buku terdiri dari:

Sitasi untuk buku umumnya terdiri dari (untuk jurnal, website dsb dapat dilihat pada Informasi apa saja yang harus ada dalam sitasi):

  1. Nama penulis atau para penulis dengan dibatasi tanda ; (titik koma). Sebagai contoh:
    1. misal penulis adalah Aurino Djamaris, maka kita menulis dalam kolom penulis Aurino Djamaris atau A. Djamaris.
    2. Sedangkan jika penulisnya 2 orang atau lebih misalnya dengan Richard B. Chase, Nicholas J. Aquilano, F. Robert Jacobs, maka ditulis sebagai R.B. Chase; N.J. Aquilano; F.R. Jacobs
    3. dan Jika penulisnya adalah bukan orang misalnya lembaga atau perusahaan, maka beri tanda cek (Ö) pada dan penulis akan berpindah ke secara otomatis ke corporate author field
  2. Judul buku (ada yang menggunakan huruf miring)
  3. Volume (jika ada), untuk penulisan volume ini, maka penulisan dilakukan dengan memberi tanda cek (Ö) pada , sehingga field yang muncul bertambah seperti pada Gambar 5.
  4. Kota penerbit (tidak harus)
  5. Nama penerbit
  6. Tahun publikasi
  7. Bab atau nomor halaman (sesuai dengan yang dikutip)
  8. ISBN (tidak harus) Sama dengan Volume

 

g

Gambar 1 Menu Insert Citation – Add New Source

 

Gambar 2 Dialog Box Create Source untuk Kutipan


Gambar 3 Jenis Gaya Referensi/Pustaka dalam MS Word

Gambar 4 Insert Citation dengan Sumber Referensi yang Telah Diinput Sebelumnya

Gambar 5 Menampilkan referensi Buku secara Lengkap

  1. Melalui Source Manager

Untuk mengaktifkan maka klik tab Reference kemudian klik Manage Source (lihat Gambar 6), sehingga muncul Dialog Box seperti pada Gambar 7 Citation Source Manager Dialog Box. Jika sumber referensi telah pernah ditambahkan maka di atas tombol Add New Source akan muncul daftar sumber referensi tersebut seperti yang terlihat dalam Gambar 3

Gambar 6 Tombol Manage Sources untuk Mengelola Citasi

Gambar 7 Citation Source Manager Dialog Box

Apabila penulis pernah menambahkan buku atau jurnal pada sumber referensi, maka pada bagian kiri akan muncul buku maupun jurnal tersebut. Apabila kita belum pernah menambahkan, maka kedua bagian kiri dan kanan akan kosong.

Untuk sumber referensi baru, dengan cara mengklik tombol yang berada di tengah-tengah, kemudian kita pilih sumber referensi kita tersebut buku atau jurnal atau bagian dari buku, atau laporan.

Dalam melakukan sitasi atau merujuk pada suatu buku, jurnal atau pendapat orang lain, maka klik Insert Citation kemudian pilih sumber referensinya yang ada dalam daftar atau tambahkan baru lagi jika belum ada.

Daftar Pustaka ( Bibliography)

Untuk membuat daftar pustaka yang biasanya terletak pada akhir dokumen, maka pilihlah style daftar pustaka misal style APA, maka pada kolom style pilih APA. Jika menggunakan style MLA, pada kolom style pilih MLA. Untuk membuat daftar pustaka klik tab Reference, kemudian Bibliography kemudian pilih Work Cited, artinya membuat daftar pustaka dari sumber bacaan yang kita kutip sebelumnya (lihat Gambar 8).

Gambar 8 Membuat Daftar Pustaka Otomatis Dengan Insert Bibliography

Daftar pustaka kita telah jadi.  Dengan menggunakan cara seperti ini kita tidak mungkin salah menulis kutipan ataupun membuat daftar pustaka.

Gaya Kutipan (Citation Style)

Contoh untuk APA style, Untuk contoh lainnya dapat dilihat pada:

  1. Untuk MLA Style: MLA Handbook. atau MLA Style Manual (MLA, 2010)
  2. Untuk Chicago style: Chicago: Quick Guide (Chicago-Style Citation Quick Guide, 2010)
  3. Untuk IEEE style: www.ijssst.info/info/IEEECitationStyleGuide.pdf (Graffox, 2009)
  4. Untuk Havard Style: Template:Harvard citation documentation (Wikipedia, 2013 )
  5. Beberapa Style Lainnya: (TRINITY COLLEGE LIBRARY – Hartford, Connecticut)

APA Style: The Social Sciences

Dalam bidang Ilmu Sosial, maka Anda sering kali diminta untuk mengutip dengan system APA untuk mendokumentasi sumber kutipan, yang ditetapkan dalam the Publication Manual of the American Psychological Association, 6th ed. (Washington, DC: APA, 2010). APA merekomendasikan kutipan dalam teks yang merujuk pembaca untuk daftar pustaka.

Sebuah kutipan dalam teks berisi penulis, tahun publikasi, dan kadang kala nomor halaman dalam tanda kurung. Pada akhir makalah, daftar pustaka dibuat dengan isi informasi publikasi tentang sumber kutipan.

Sitasi/Kutipan dalam teks

Yanovski and Yanovski (2002) reported that “the current state of the treatment for obesity is similar to the state of the treatment of hypertension several decades ago” (p. 600).

Obesity can be a devastating problem from both an individual and a societal perspective. Obesity puts children at risk for a number of medical complications, including Type 2 diabetes, hypertension, sleep apnea, and orthopedic problems (Henry J. Kaiser Family Foundation, 2004, p. 1). Researchers Hoppin and Taveras (2004) have noted that obesity is often associated with psychological issues such as depression, anxiety, and binge eating (Table 4).

Obesity also poses serious problems for a society struggling to cope with rising health care costs. The cost of treating obesity currently totals $117 billion per year—a price, according to the surgeon general, “second only to the cost of [treating] tobacco use” (Carmona, 2004). And as the number of children who suffer from obesity grows, long-term costs will only increase.

The widening scope of the obesity problem has prompted medical professionals to rethink old conceptions of the disorder and its causes. As researchers Yanovski and Yanovski (2002) have explained, obesity was once considered “either a moral failing or evidence of underlying psychopathology” (p. 592). But this view has shifted: Many medical professionals now consider obesity a biomedical rather than a moral condition, influenced by both genetic and environmental factors. Yanovski and Yanovski have further noted that the development of weight-loss medications in the early 1990s showed that “obesity should be treated in the same manner as any other chronic disease . . . through the long-term use of medication” (p. 592).

 

Contoh DAFTAR PUSTAKA

Carmona, R. H. (2004, March 2). The growing epidemic of childhood obesity. Testimony before the Subcommittee on Competition, Foreign Commerce, and Infrastructure of the U.S. Senate Committee on Commerce, Science, and Transportation. Retrieved from http://www.hhs.gov/asl/testify/t040302.html

Henry J. Kaiser Family Foundation. (2004, February). The role of media in childhood obesity. Retrieved from http://www.kff.org/entmedia/7030.cfm

Hoppin, A. G., & Taveras, E. M. (2004, June 25). Assessment and management of childhood and adolescent obesity. Clinical Update. Retrieved from http://www.medscape.com/viewarticle/481633

Yanovski, S. Z., & Yanovski, J. A. (2002). Drug therapy: Obesity. The New England Journal of Medicine, 346, 591-602.

Informasi apa saja yang harus ada dalam sitasi

Berikut adalah informasi tentang informasi apa saja yang harus ada dalam sitasi (kutipan inline maupun daftar pustaka). Informasi diikutkan dalam rangka membantu pembaca untuk mengidentifikasi sumber, menemukannya, dan dalam sitasi inline menunjukkan tempat di mana sumber informasi tersebut dapat ditemukan.

Buku

Sitasi untuk buku umumnya terdiri dari:

  • Nama penulis atau para penulis dengan dibatasi tanda ; (titik koma)
  • Judul buku (ada yang menggunakan huruf miring)
  • Volume (jika ada)
  • Kota penerbit (tidak harus)
  • Nama penerbit
  • Tahun publikasi
  • Bab atau nomor halaman (sesuai dengan yang dikutip)
  • ISBN (tidak harus)

Kutipan untuk bab untuk buku yang ditulis oleh beberapa penulis (kelompok penulis):

  • Nama penulis
  • Judul bab
  • Nama editor buku
  • Nama buku dan rincian lainnya seperti di atas
  • Nomor bab atau nomor halaman untuk bab (tidak harus)
  1. Artikel Jurnal (Journal articles)

Kutipan untuk artikel jurnal biasanya meliputi:

  • Nama penulis atau para penulis dengan dibatasi tanda ; (titik koma)
  • Tahun publikasi dan kadang-kadang bulan publikasi
  • Judul artikel dalam tanda kutip
  • Nama jurnal dalam huruf miring
  • Volume, nomor isu, dan nomor halaman (nomor artikel khususnya dalam jurnal elektronik)
  • DOI dan / atau pengenal lainnya (tidak harus)

Artikel Koran atau terbitan berkala lainnya

Kutipan untuk artikel surat kabar biasanya meliputi:

  • Nama surat kabar dalam huruf miring
  • Tanggal publikasi
  • Nama penulis (byline), jika ada
  • Judul artikel dalam tanda kutip
  • Kota publikasi, jika tidak termasuk dalam nama surat kabar
  • Nomor halaman (tidak harus)
  1. Webpages

Kutipan untuk halaman World Wide Web (WWW) biasanya meliputi:

  • URL dari halaman web
  • Nama penulis atau para penulis dengan dibatasi tanda ; (titik koma)
  • Judul artikel dalam tanda kutip
  • Nama website
  • Tanggal publikasi halaman web
  • Nomor halaman (jika ada)
  • Tanggal halaman web diambil (atau diakses) oleh Anda (diperlukan jika tanggal publikasi tidak diketahui):
  1. Rekaman suara (Sound recordings)

Kutipan untuk rekaman suara biasanya meliputi:

  • Nama komposer atau penulis lagu atau penulis naskah (para penulis dengan dibatasi tanda ; (titik koma))
  • Nama pelaku/pemeran utama (para pemeran utama)
  • Judul lagu atau track individu dalam tanda kutip
  • Judul album yang dicetak miring (jika ada)
  • Nama label rekaman
  • Tahun terbit
  • Media (misalnya: lp, kaset audio, cd, file mp3)
  • Perkiraan waktu di mana peristiwa atau tempat tujuan terjadi (jika diperlukan)
  1. Film, TV, atau rekaman video

Kutipan untuk film, episode TV, atau rekaman video biasanya meliputi:

  • Nama sutradara (director)
  • Nama produser (jika ada)
  • Nama para pemain utama
  • Untuk episode TV, judul episode dalam tanda kutip
  • Judul film seri atau TV dalam huruf miring
  • Nama studio
  • Tahun terbit
  • Media (misalnya: film, kaset video, DVD)
  • Perkiraan waktu di mana peristiwa atau tempat tujuan terjadi (jika diperlukan)

Pembuatan Footnote

Beberapa penulisan ilmiah dibutuhkan catatan kaki atau catatan badan atau sitasi (lihat Membuat sitasi dan daftar pustaka otomatis menggunakan MS Word) . Bedanya catatan kaki ditulis pada bagian bawah halaman dengan penunjuk angka sedangkan catatan badan ditulis diakhir paragraf (di dalam kurung).

 

Footnote

  1. Sebelumnya arahkan cursor pada bagian akhir paragraf dari tulisan Anda (yang akan diberi footnote lihat Gambar 9).

Gambar 9 Contoh Teks yang Akan Diberi Footnote

 

 

  1. Pilih tab
    References lalu pilih Insert Footnote .

Gambar 10 Masukkan Footnote pada Dokumen

 

 

 

  1. Akan muncul angka yang berada di atas (superscript) di akhir paragraf. Periksa bagian bawah halaman (footer), dengan angka yang sama.

 

Gambar 11 Tempat Footnote

 

  1. Isikan footnote sesuai dengan aturan penulisan footnote yang Anda gunakan.

Gambar 12 Footnote

Gambar 13 Tampilan Footnote jika Mouse dilewatkan pada Nomor Footnote (hover)

 

 

  1. Untuk menambahkan footnote. Ulangi cara 1 – 4.

 

Cross-reference (referensi silang)

Dalam penulisan makalah ini, dapat dilihat bahwa penulis menggunakan referensi silang untuk merujuk ke judul, dan gambar. Dalam penulisan yang cukup besar, jika kita tidak menggunakan bantuan cross referensi, maka banyak sekali tulisan tersebut berisi duplikasi isi. Agar hal ini tidak terjadi maka sebaiknya digunakan cross-reference. Seluruh gambar di dalam tulisan ini menggunakan caption sebagai judul gambar, dengan menggunakan perintah Insert Caption seperti pada Gambar 14 Insert Caption untuk Judul Gambar dengan Klik Kanan Mouse. Untuk memasukkan referensi silang pada teks, maka klik tab References lalu Cross-reference sehingga muncul Gambar 15 Cross-Reference Dialog Box. Pilih reference type yang sesuai, dalam tulisan ini dipilih Label Gambar, sehingga muncul Gambar 16 Daftar Referensi Gambar yang Akan Dimasukkan Ke DalamTeks. Selanjutnya pilih referensi yang sesuai dan klik Insert.

Gambar 14 Insert Caption untuk Judul Gambar dengan Klik Kanan Mouse

 

Gambar 15 Cross-Reference Dialog Box

Gambar 16 Daftar Referensi Gambar yang Akan Dimasukkan Ke DalamTeks

Daftar Pustaka

Styles. (2008, Oct 26). Retrieved 3 30, 2013, from BibWord Microsoft Word citation and bibliography styles: http://bibword.codeplex.com/wikipage?title=Styles&referringTitle=Documentation&ANCHOR#Installation

Chicago-Style Citation Quick Guide. (2010). Retrieved Mar 30, 2013, from www.chicagomanualofstyle.org: http://www.chicagomanualofstyle.org/tools_citationguide.html

Graffox, D. (2009, Sept). IEEE Citation Reference. Retrieved Mar 30, 2013, from www.ieee.org: http://www.ieee.org/documents/ieeecitationref.pdf

MLA. (2010, Jul 30). The MLA Handbook for Writers of Research Papers and the MLA Style Manual and Guide to Scholarly Publishing. Retrieved Mar 30, 2013, from Modern Language Assosiation: http://www.mla.org/style_faq1

TRINITY COLLEGE LIBRARY – Hartford, Connecticut. (n.d.). Other Resources. Retrieved Mar 30, 2013, from Cite Source: http://citesource.trincoll.edu/about/otherresources.html

Wikipedia. (2013 , Mar 17). Template:Harvard citation documentation. Retrieved Mar 30, 2013, from Wikipedia, the free encyclopedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Template:Harvard_citation_documentation